Sering kita dengar kosakata, stakeholder, stockholder, dan shareholder. Ada beberapa yang rancu mendefisikan ketiga istilah tersebut. Dan adakah relasi dengan organisasi perusahaan ?
Sering juga kita dengar kosakata, board of director, president, ceo. Samakah istilah-istilah tersebut, dan bagaimana relasi dengan organisasi perusahaan ?
Untuk mendefisikan lebih lanjut, mari kita awali penjelasan tersebut dengan organisasi suatu bisnis atau khususnya usaha yang didasari oleh kekuatan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT), di mana terdiri atas:
- Pemilik
- Manajemen
Pemilik inilah yang disebut juga sebagai pemegang saham perusahaan. Pemilik bisa jadi tidak hanya terdiri atas satu orang saja, namun ada sejumlah lebih dari satu. Para pemilik inilah yang sering disebut sebagai pemegang saham atau bahasa inggrisnya Shareholder / Stockholder. Pemilik memilih Board of Director yang tugasnya adalah menetapkan visi, misi perusahaan dan menyusun strategi perusahaan. President atau CEO (Chief Executive Officer) berada di bawah Board of Director dan ditunjuk oleh Board of Director untuk melakukan dan mengejawantahkan visi, misi dan strategi perusahaan dalam suatu manajemen yang dipimpin oleh President / CEO tersebut. Pada pelaksanaannya, seorang President / CEO dibantu oleh beberapa Vice President (VP) untuk bidang operasional yang sering juga kita dengar dengan istilah COO (Chief of Operational Officer), untuk bidang keuangan yaitu CFO (Chief of Finance Officer), untuk bidang informasi yaitu (Chiefof Information Officer), dan bidang lainnya. Masing-masing VP akan dibantu oleh beberapa manajer dan staff yang diperlukan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan stakeholder ?. Banyak yang salah kaprah dengan istilah ini, bahwa stakeholder = shareholder = stockholder (pemegang saham). Definisi Itu tidak semuanya benar, karena stakeholder tidak hanya terdiri atas shareholder/stockholder saja. Berbicara masalah stakeholder, artinya melibatkan seluruh individu, bagian atau apapun yang mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi jalannya suatu usaha, atau proyek. Sebagai contoh, yang merupakan stakeholder dari suatu proyek tertentu dalah para pemegang saham perusahaan, manajer keuangan, tim proyek, vendor, client, outsourcer, kebijakan pemerintah dan lain-lain yang dapat berpengaruh atas keberhasilan proyek tersebut.